PUPR Darurat Mahulu Turunkan Alat Berat ke Hulu Riam: Buka Akses untuk Distribusi Logistik ke Daerah Terdampak Kekeringan
UJOH BILANG- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang PUPR Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mengambil langkah cepat dengan menurunkan alat berat guna membuka akses jalan darurat menuju wilayah hulu riam yang terdampak kekeringan. Upaya ini dilakukan sebagai tanggapan atas instruksi Wakil Bupati Mahulu, Yohanes Avun, untuk memastikan distribusi logistik tetap lancar ke kampung-kampung terpencil di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari.

Baca Juga : Ayah di Samarinda Nekat Cekik 2 Anak Kandungnya, Motifnya Sakit Hati pada Istri
Akses Darurat Dibuka, Logistik Dialirkan Melalui Jalur Sungai
Kepala Dinas PUPR Mahulu, Didik Subagya, menjelaskan bahwa timnya telah membuka jalur darat sementara hingga mencapai Long Pakaq. Dari titik tersebut, logistik akan dibongkar dan kemudian diteruskan melalui jalur sungai menuju Tiong Ohang dan Long Apari.
“Dari Long Pakaq ke sungai, jaraknya sekitar 4,3 kilometer. Setelah itu, logistik bisa diangkut melalui perahu dengan waktu tempuh sekitar 30 hingga 45 menit,” jelas Didik saat dikonfirmasi.
Meski upaya ini bersifat darurat dan memanfaatkan sumber daya yang ada, Didik mengakui bahwa perbaikan jalan secara permanen masih terkendala anggaran.
“Kami telah berkoordinasi dengan Satker BBPJN, namun untuk tahun ini dan tahun depan belum ada alokasi dana. Bahkan dalam dua tahun terakhir, belum ada kepastian pembiayaan,” ungkapnya.
Rencana Jangka Panjang: Pembangunan Jalan Penghubung 43,3 KM
Sebagai solusi berkelanjutan, PUPR Mahulu telah menyusun rencana pembangunan jalan sepanjang 43,3 kilometer yang akan menghubungkan Long Pakaq dengan Tiong Ohang. Jalan ini diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas antarkawasan di dua kecamatan terujung Mahulu tersebut.
“Saat ini, dari Tiong Ohang ke Long Apari, jalan belum tembus. Baru sampai di Ikang. Pembukaan jalur menuju Long Apari masih membutuhkan waktu,” tambah Didik.
Medan Berat, Hanya Kendaraan Dobel Gardan yang Bisa Melintas
Distribusi logistik melalui jalur darat saat ini hanya dimungkinkan menggunakan kendaraan beroda empat dengan penggerak dobel gardan (4×4). Kondisi jalan yang masih rusak dan rawan longsor membuat kendaraan biasa sulit dilalui.
“Beberapa titik bahkan tidak bisa dilewati sepeda motor karena longsor. Namun, kami terus melakukan perbaikan di titik-titik kritis. Tiga hari lalu, alat berat sudah kami turunkan untuk memperbaiki akses,” tegas Didik.
Komitmen Pemkab Mahulu: Pastikan Logistik Tetap Tersalurkan
Pemerintah Kabupaten Mahulu terus mendorong pembukaan akses jalan menuju Long Pahangai dan Long Apari. Langkah ini diambil untuk memastikan logistik dan pelayanan dasar tetap dapat menjangkau masyarakat, terutama di tengah musim kemarau yang menjamin ketersediaan pasokan.
Dengan upaya darurat ini, diharapkan masyarakat di wilayah terdampak tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok, sambil menunggu penyelesaian infrastruktur jalan yang lebih permanen di masa mendatang.















