Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Grab
Grab
Grab Grab Grabe

Harga Ikan Naik, Pedagang Mahakam Ulu Minta Perhatian Pemerintah

Harga Ikan Naik, Pedagang Mahakam Ulu Minta Perhatian Pemerintah

Info Ujoh Bilang – Harga ikan sungai di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Lonjakan harga ini disebabkan oleh menipisnya pasokan dari nelayan setempat serta tingginya biaya distribusi dari wilayah hilir. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi pedagang ikan lokal yang menggantungkan hidupnya dari hasil tangkapan sungai Mahakam.

Pasokan Tidak Menentu, Harga Melambung Tinggi

Mahfud, salah seorang pedagang ikan di Pasar Ujoh Bilang, mengaku kesulitan mendapatkan pasokan ikan dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, selain faktor air sungai yang sering pasang, hasil tangkapan nelayan juga semakin berkurang.

“Ikan makin sulit didapat karena air pasang terus. Sekarang, beli dari nelayan bisa sampai Rp70 ribu per kilo. Saya jual paling sedikit 5 kilo, kadang 15 kilo, tapi itu pun jarang. Transportasi juga mahal,” keluh Mahfud kepada RRI pada Selasa (15/7/2025).

Kenaikan harga ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Meski permintaan tetap tinggi, ketersediaan stok di pasaran seringkali tidak mencukupi. Ikan patin dan baung, yang menjadi favorit warga, kini semakin langka di pasaran.

Harga Ikan Naik, Pedagang Mahakam Ulu Minta Perhatian Pemerintah
Harga Ikan Naik, Pedagang Mahakam Ulu Minta Perhatian Pemerintah

Baca Juga: Kepolisian Resor Mahakam Ulu Gelar Apel Operasi Patuh Mahakam 2025, Sasar Wilayah Pedalaman dan Pesisir

Faktor Penyebab Kenaikan Harga

Beberapa faktor yang memicu kenaikan harga ikan di Mahulu antara lain:

  1. Kondisi Alam yang Tidak Menentu

    • Pasang air sungai yang sering terjadi membuat nelayan kesulitan melaut.

    • Musim yang tidak stabil juga memengaruhi jumlah tangkapan.

  2. Biaya Distribusi yang Tinggi

    • Transportasi ikan dari daerah hilir ke Mahulu membutuhkan biaya besar, terutama karena medan yang sulit.

    • Kenaikan harga BBM turut memengaruhi ongkos kirim.

  3. Berkurangnya Hasil Tangkapan

    • Penangkapan berlebihan dan perubahan ekosistem sungai diduga menjadi penyebab menurunnya populasi ikan.

Dampak pada Pedagang dan Konsumen

Para pedagang ikan di Mahulu terpaksa menaikkan harga jual untuk menutupi biaya pembelian dan transportasi yang melambung. Namun, hal ini berisiko mengurangi minat pembeli, terutama masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah.

“Kalau harga terus naik, masyarakat bisa beralih ke lauk lain seperti ayam atau tahu tempe. Tapi bagi yang sudah terbiasa makan ikan sungai, ini tentu jadi masalah,” ujar Siti, seorang ibu rumah tangga yang sering berbelanja di Pasar Ujoh Bilang.

Harapan Pedagang kepada Pemerintah

Mahfud dan rekan-rekan pedagang lainnya berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian khusus terhadap masalah ini. Beberapa solusi yang mereka tawarkan antara lain:

  • Subsidi Transportasi untuk meringankan biaya distribusi ikan dari hilir ke hulu.

  • Bantuan Peralatan Tangkap bagi nelayan lokal agar hasil tangkapan lebih optimal.

  • Program Budidaya Ikan Sungai untuk menjaga ketersediaan stok jangka panjang.

“Kami butuh dukungan agar usaha ini tetap berjalan. Jika tidak, harga ikan bisa semakin tidak terkendali,” pungkas Mahfud.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *