Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Grab
Grab
Grab Grab Grabe

Kapolri “Tentunya, Kami Selalu Minta Dikoreksi dan Dievaluasi”

Kapolri "Tentunya, Kami Selalu Minta Dikoreksi dan Dievaluasi"

Ujoh Bilang- Kapolri Buka Diri terhadap Kritik demi Perbaikan Layanan Publik dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri untuk terus menerima masukan dari masyarakat. Pagelaran wayang kulit yang digelar di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, pada Jumat (5/7/2025) tengah malam menjadi momen yang tepat bagi Sigit untuk menyampaikan pesan penting: Polri tidak antikritik, melainkan justru membutuhkan evaluasi demi kemajuan institusi.

Polri Sadar Belum Sempurna

Menanggapi pertanyaan simbolis dari Ki Dalang tentang harapannya untuk Polri yang berusia 79 tahun, Sigit dengan rendah hati mengakui bahwa institusi yang dipimpinnya masih memiliki banyak ruang untuk perbaikan.

“Tentunya, kami selalu minta dan memberi ruang untuk dikoreksi dan dievaluasi,” ujarnya.

Sigit menekankan bahwa Polri menyadari belum semua harapan masyarakat dapat terpenuhi. “Karena memang kami menyadari bahwa belum semua dari kita bisa melaksanakan apa yang menjadi harapan masyarakat,” tambahnya.

Pernyataan ini mencerminkan sikap kepemimpinan yang terbuka, mengakui bahwa tidak ada organisasi yang sempurna, termasuk institusi sebesar Polri. Dengan transparansi ini, Sigit berharap masyarakat dapat melihat bahwa Polri serius dalam membangun kepercayaan publik.

Kritik sebagai Bentuk Kecintaan Masyarakat

Kapolri memahami bahwa kritik dari masyarakat datang dalam berbagai bentuk—mulai dari yang halus hingga keras. Namun, ia memandang semua masukan tersebut sebagai bagian dari proses perbaikan.

“Namun kami paham karena kecintaannya, masyarakat kadangkala memberikan masukan mungkin bentuknya halus, ada yang keras. Bagi kami ini merupakan bagian dari kritik untuk terus bisa melakukan perbaikan terhadap institusi Polri,” jelas Sigit.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Polri tidak defensif terhadap kritik, melainkan melihatnya sebagai cerminan ekspektasi masyarakat yang tinggi terhadap kinerja kepolisian.

Kapolri "Tentunya, Kami Selalu Minta Dikoreksi dan Dievaluasi"
Kapolri “Tentunya, Kami Selalu Minta Dikoreksi dan Dievaluasi”

Baca Juga: Reza Arya Pratama Targetkan Liga Indonesia All Star Juara Piala Presiden 2025

Polri untuk Masyarakat Komitmen Pelayanan yang Lebih Baik

Sigit menegaskan bahwa tujuan utama Polri adalah melayani masyarakat. “Sesuai tagline, Polri untuk masyarakat,” ucapnya.

Tagline ini bukan sekadar slogan, melainkan prinsip dasar yang harus dipegang oleh setiap anggota Bhayangkara. Dengan membuka diri terhadap kritik, Polri berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan, mulai dari penegakan hukum yang adil hingga respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat.

Pagelaran Wayang Kulit Refleksi Nilai Kebhinekaan dan Kebijaksanaan

Pagelaran wayang kulit dalam HUT Bhayangkara kali ini mengangkat lakon “Amartha Binangun”, sebuah cerita yang sarat dengan pesan tentang kebijaksanaan, keadilan, dan kebersamaan.

Yang menarik, pagelaran ini melibatkan empat dalang dari berbagai latar belakang:

  • Ki Yanto (Hakim Agung)

  • Ki Harso Widisantoso (TNI AL)

  • Ki Sri Kuncoro (Brimob Polri)

  • Ki Bayu Aji Pamungkas

Kolaborasi ini mencerminkan semangat sinergi antara Polri, TNI, dan lembaga peradilan dalam menjaga keamanan dan ketertiban negara.

Masa Depan Polri Transformasi Menuju Kepolisian Modern

Pernyataan Sigit tentang pentingnya koreksi dan evaluasi juga menandakan arah transformasi Polri ke depan. Di era digital dan tuntutan transparansi yang tinggi, Polri harus terus beradaptasi, antara lain dengan:

  1. Meningkatkan akuntabilitas dalam penanganan kasus.

  2. Memperkuat pengawasan internal untuk mencegah penyalahgunaan wewenang.

  3. Membuka ruang dialog dengan masyarakat dan aktivis.

  4. Memanfaatkan teknologi untuk pelayanan yang lebih efisien.

Dengan pendekatan ini, Polri tidak hanya merayakan usia ke-79, tetapi juga memantapkan langkah menuju kepolisian yang lebih profesional, transparan, dan dekat dengan rakyat.

Pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi pesan penting bahwa Polri tidak takut dikritik, melainkan justru membutuhkannya. Seperti wayang yang membutuhkan dalang untuk menghidupkan cerita, Polri membutuhkan masukan masyarakat untuk terus berkembang.

“Polri untuk masyarakat” bukan hanya slogan—melainkan janji yang harus terus dibuktikan dengan kerja nyata. Dengan semangat koreksi, evaluasi, dan perbaikan, Polri bertekad menjadi institusi yang semakin dipercaya dan dicintai rakyat.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *