Mahakam Ulu Pacu Kolaborasi, Wujudkan Bandara Ujoh Bilang Sebagai Gerbang Ekonomi Baru
Info Ujoh Bilang- Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) semakin serius mengakselerasi pembangunan Bandara Ujoh Bilang. Upaya strategis dilakukan dengan mematangkan draf Nota Kesepahaman (MoU) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI. Kolaborasi tiga pihak ini menjadi kunci untuk menyelesaikan tahap lanjutan pembangunan infrastruktur udara yang dinanti-nanti tersebut.

Baca Juga : Gratiskan Biaya administrasi Pemprov Kaltim Siap Bantu MBR Miliki Rumah
Sekretaris Kabupaten Mahulu, Stephanus Madang, mengonfirmasi bahwa pihak Kemenhub RI sangat terbuka dan memberikan ruang untuk memperdalam substansi rencana kerja sama ini.
Dari Kemenhub RI membuka ruang untuk mempertajam substansi rencana kerja sama. Tentu, ada beberapa rekomendasi teknis yang harus diselaraskan, menyangkut tugas pokok, fungsi (tupoksi), dan kewenangan masing-masing lembaga, ujar Madang di Ujoh Bilang, Selasa.
Rapat pembahasan draf MoU ini digelar untuk menyempurnakan setiap pasal yang akan disepakati, memastikan semua hak dan kewajiban masing-masing pihak jelas dan terukur. Tujuannya agar implementasi di lapangan dapat berjalan lancar tanpa kendala birokrasi.
Progress Pembangunan dan Komitmen Mahulu
Kondisi terkini di lapangan menunjukkan progres yang menggembirakan. Pembangunan fisik landasan pacu (runway) sepanjang 750 meter dengan lebar 23 meter serta terminal bandara telah memasuki tahap pengerjaan. Untuk mendukung percepatan, Pemkab Mahulu berkomitmen penuh memastikan kesiapan berbagai aspek pendukung, mulai dari sisi operasional udara (airside), penyediaan fasilitas listrik, hingga penyelesaian terminal penumpang.
“Komitmen kami mutlak. Kami akan memastikan bahwa semua infrastruktur pendukung bandara siap beroperasi. Target kami, jika semua persyaratan terpenuhi, Bandara Ujoh Bilang dapat mengudara pada tahun 2026 atau sesaat setelahnya,” tegas Madang. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan kerangka regulasi dan penganggaran yang solid untuk memastikan kelancaran proyek.
Status Prioritas Nasional dan Dampak Ekonomi
Signifikansi Bandara Ujoh Bilang tidak hanya bagi warga Mahulu, tetapi telah diakui secara nasional. Bandara ini telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, menjadikannya salah satu proyek prioritas kinerja yang harus diselesaikan dalam periode tersebut.
Status sebagai proyek prioritas nasional ini merupakan buah dari kajian mendalam yang dilakukan tim survei dari Ditjen Hubud Kemenhub, yang sebelumnya telah melakukan kunjungan langsung ke Ujoh Bilang. “Keberadaan bandara ini dalam dokumen RPJMN adalah kabar sangat penting.
Kehadiran bandara dipercaya akan menjadi game changer bagi perekonomian daerah.
MoU sebagai Penggerak Akhir
Pematangan draf MoU ini diharapkan segera menghasilkan poin-poin kesepakatan konkret yang dapat ditandatangani oleh semua pihak. Stephanus Madang meyakini bahwa kesepakatan bersama ini akan menjadi pengungkit utama.
“Adanya percepatan melalui MoU yang diharapkan segera disepakati akan memperkuat komitmen semua pihak untuk mendukung kelancaran pembangunan. Ini adalah momentum sejarah bagi kami untuk mewujudkan operasional bandara secepatnya, membawa Mahulu terbang menuju kemajuan,” tutupnya dengan penuh harap.















