Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Grab
Grab
Grab Grab Grabe

Puskesmas Keliling Ujoh Bilang Mahulu Tetap Jalan Meski Hanya Punya Dua Tenaga Dokter

Puskesmas Keliling Ujoh Bilang Mahulu Tetap Jalan Meski Hanya Punya Dua Tenaga Dokter

Ujoh Bilang- Puskesmas Keliling Ujoh Bilang Mengabdi di Tengah Keterbatasan untuk Kesehatan Masyarakat Di tengah terik matahari atau hujan lebat yang kerap melanda pedalaman Kalimantan Timur, tim Puskesmas Keliling (Pusling) Ujoh Bilang tetap setia menjalankan tugasnya. Dengan hanya dua dokter yang bertugas, mereka berkomitmen memberikan layanan kesehatan ke pelosok desa di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Tantangan besar tidak menyurutkan langkah mereka, karena bagi tim ini, kesehatan masyarakat adalah prioritas utama.

Dua Dokter, Ribuan Pasien Kisah Perjuangan Tenaga Medis

Puskesmas Ujoh Bilang menghadapi kendala klasik yang dialami banyak fasilitas kesehatan di daerah terpencil: keterbatasan tenaga medis. Hanya ada dua dokter yang harus melayani ribuan warga tersebar di wilayah yang luas. Namun, hal ini tidak menghentikan mereka untuk tetap menjalankan program Pusling setiap bulan.

“Dokter tidak bisa turun ke semua lokasi karena harus standby di Puskesmas untuk pasien gawat. Jadi, kami mengandalkan tim lapangan yang terdiri dari perawat, bidan, dan tenaga promosi kesehatan,” jelas Ester, salah satu perawat yang telah bertahun-tahun mengabdi di Pusling Ujoh Bilang.

Puskesmas Keliling Ujoh Bilang Mahulu Tetap Jalan Meski Hanya Punya Dua Tenaga Dokter
Puskesmas Keliling Ujoh Bilang Mahulu Tetap Jalan Meski Hanya Punya Dua Tenaga Dokter

Baca Juga : Pembangunan Jalan Tering ke Ujoh Bilang Rampung 2027

Tim lapangan inilah yang melakukan pemeriksaan dasar seperti pengecekan tekanan darah, gula darah, imunisasi balita, dan pemeriksaan kehamilan. Jika ditemukan kasus serius, pasien segera dirujuk ke Puskesmas untuk penanganan lebih lanjut.

Dukungan Pemerintah Desa, Kunci Keberlanjutan Layanan

Tanpa dukungan pemerintah desa, program ini mungkin sudah lama terhenti. “Kadang alat kesehatan seperti stik pemeriksaan gula darah atau tensimeter terbatas. Tapi, alhamdulillah, desa sering membantu melalui dana desa,” ungkap Ester.

Kolaborasi ini memperlihatkan betapa pentingnya sinergi antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Selain itu, jadwal Pusling dibuat fleksibel agar tidak bentrok dengan kegiatan adat atau hari besar keagamaan. “Kami menghargai tradisi warga, jadi jika ada acara desa, kami bisa menyesuaikan jadwal,” tambahnya.

Lebih dari Sekadar Pelayanan untuk Lansia

Banyak warga mengira Pusling hanya untuk lansia, padahal layanannya mencakup semua golongan usia. “Ibu hamil, balita, remaja, bahkan pemeriksaan kesehatan jiwa—semua bisa datang. Kami ingin memastikan tidak ada yang terlewat,” tegas Ester.

Program ini juga menjadi penyelamat bagi warga yang kesulitan menjangkau Puskesmas karena jarak dan medan yang berat. Dengan adanya Pusling, deteksi dini penyakit seperti hipertensi, diabetes, atau stunting pada balita bisa dilakukan sebelum kondisinya semakin parah.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *