Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Grab
Grab
Grab Grab Grabe

SD Negeri 001 Ujoh Bilang Terpilih sebagai Penerima Program Kreditalisasi Pendidikan Pusat

Revitalisasi Pendidikan di Ujoh Bilang: SDN 001 Terima Program Kreditalisasi, Guru Tetap Berdedikasi Penuh

Ujoh Bilang- Sebuah angin segar bagi dunia pendidikan di daerah terpencil berhembus. SD Negeri 001 Ujoh Bilang, yang terletak di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, terpilih sebagai penerima manfaat Program Kreditalisasi Pendidikan dari Pemerintah Pusat. Program strategis ini tidak hanya membawa transformasi fisik bagi fasilitas sekolah, tetapi juga menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kualitas pendidikan di pelosok negeri.

SD Negeri 001 Ujoh Bilang Terpilih sebagai Penerima Program Kreditalisasi Pendidikan Pusat
SD Negeri 001 Ujoh Bilang Terpilih sebagai Penerima Program Kreditalisasi Pendidikan Pusat

Baca Juga : Langkah Tegas Prabowo Pastikan Kelanjutan Megaproyek Strategis IKN

Program Kreditalisasi Pendidikan sendiri merupakan sebuah terobosan yang mengakui pengalaman belajar, baik nonformal, informal, maupun pengalaman kerja, untuk dapat dikonversi menjadi satuan kredit (SKS) dalam sistem pendidikan formal. Namun, bagi SDN 001 Ujoh Bilang, program ini hadir dengan wujud yang sangat konkret: pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang layak.

Jawaban atas Keterbatasan yang Bertahun-tahun

Kepala SDN 001 Ujoh Bilang, Ibu Fransiska Garut, menyambut program ini dengan penuh syukur. Ia mengungkapkan bahwa keterbatasan ruang belajar telah lama menjadi tantangan berat bagi sekolahnya. Kondisi itu memaksa pihak sekolah menerapkan sistem pembelajaran dua sesi (pagi dan siang) agar semua siswa dapat terlayani.

“Puji Tuhan, keterbatasan yang kami alami selama ini akhirnya mendapat tanggapan yang sangat positif dari pemerintah pusat. Program kreditalisasi ini adalah jawaban yang kami nantikan,” ujar Fransiska dengan semangat.

Transformasi Total: Ruang Kelas Baru hingga Perpustakaan

Bantuan yang diterima sekolah akan dialokasikan untuk transformasi yang komprehensif. Rencananya, akan dibangun empat ruang kelas baru dan dilakukan rehabilitasi total pada enam ruang kelas lainnya.

“Ini adalah perubahan besar bagi kami. Kami berkomitmen untuk memastikan pembangunan ini berjalan dengan baik,” tambah Fransiska.

Belajar dari Rumah, Guru Tetap Hadir di Sekolah dengan Dedikasi Tinggi

Kendati demikian, proses pembangunan yang masif tentu tidak memungkinkan kegiatan belajar-mengajar berlangsung seperti biasa demi keselamatan siswa. Melalui kesepakatan dengan Dinas Pendidikan dan orang tua murid, diputuskan bahwa untuk sementara waktu, siswa akan melaksanakan Pembelajaran Dari Rumah (PDR).

Yang patut diacungi jempol adalah komitmen tinggi para guru. Meski siswa belajar di rumah, seluruh tenaga pengajar SDN 001 Ujoh Bilang tetap hadir di sekolah setiap hari sesuai dengan jam kerja normal.

“Saat ini yang beraktivitas di sekolah adalah kami, para guru. Bukan jam mengajar, melainkan jam kerja, yaitu dari pukul 07.15 hingga 14.45 WITA. Kami tetap hadir penuh untuk merancang materi, memantau perkembangan siswa, dan memastikan administrasi sekolah berjalan lancar,” tegas Fransiska.

Tidak Sekadar Memberi Tugas, tapi Memastikan Pembelajaran Bermakna

Fransiska menekankan bahwa model pembelajaran dari rumah yang diterapkan bukan sekadar memberi tugas begitu saja. Para guru merancang sistem agar siswa tetap produktif dan disiplin.

“Kami memberikan tenggat waktu yang jelas untuk setiap tugas. Hasil pekerjaan siswa kemudian kami evaluasi. Hal ini juga kami komunikasikan kepada orang tua, karena kolaborasi dengan orang tua di rumah adalah kunci keberhasilan selama masa transisi ini,” jelasnya.

Dapodik sebagai Jembatan Aspirasi

Keberhasilan SDN 001 Ujoh Bilang mendapatkan bantuan ini berawal dari kelengkapan dan keakuratan data yang dilaporkan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Melalui platform ini, sekolah dapat menggambarkan kondisi nyata sarana dan prasarana yang dimiliki, termasuk menjelaskan praktik pembelajaran dua sesi akibat kekurangan ruang.

“Dapodik menjadi bukti dan suara kami. Melalui data yang valid, kondisi kami didengar dan akhirnya mendapat perhatian,” ucap Fransiska.

Menatap Masa Depan yang Lebih Cerah

Pembangunan diperkirakan akan berlangsung selama empat bulan, dimulai sejak Senin, 15 September, yang juga menjadi hari pertama siswa belajar dari rumah. Fransiska dan seluruh jajaran sekolah berharap tidak ada kendala berarti sehingga proses revitalisasi dapat selesai tepat waktu.

“Kami memohon dukungan dan pengertian dari seluruh orang tua dan masyarakat. Tantangan ini hanya sementara.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *