Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Grab
Grab
Grab Grab Grabe

Sinergi Pusat Dan Daerah Kunci Utama Pengentasan Kemiskinan Menurut Mensos

Gus Ipul Dorong Sinergi Nasional: Data Kemiskinan yang Akurat Kunci Utama Penyaluran Bantuan

Ujoh Bilang- Dalam upaya mempercepat pengentasan kemibasinan, Menteri Sosial (Mensos) RI, Dr. Ir. H. Saifullah Yusuf, M.Si., atau yang akrab disapa Gus Ipul, menekankan pentingnya kesatuan data dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Hal ini disampaikannya dalam kunjungan kerjanya di Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda.

Sinergi Pusat Dan Daerah Kunci Utama Pengentasan Kemiskinan Menurut Mensos
Sinergi Pusat Dan Daerah Kunci Utama Pengentasan Kemiskinan Menurut Mensos

Baca Juga : Rimba Kalimantan Ke Nama Pangkalan Udara Mengenal Legenda Letnan Kolonel Dhomber

Gus Ipul mengajak seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) untuk bergerak bersama dalam menyamakan persepsi dan memperbarui data kemiskinan secara berkala. Tujuannya jelas: memastikan bahwa Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS) bukan hanya sekadar angka di atas kertas, melainkan cerminan kondisi riil di lapangan yang benar-benar akurat.

“Langkah pertama yang kita inginkan adalah terintegrasinya seluruh program bantuan sosial dan pengentasan kemiskinan. Harus ada keterpaduan yang sinergis antara program daerah dengan program dari setiap kementerian dan lembaga pusat. Semuanya harus mengacu pada peta yang sama, yaitu Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan demikian, tidak ada lagi tumpang tindih program atau masyarakat yang terlewat dari bantuan,” tegas Gus Ipul.

Dari RT Hingga ke Pusat: Kolaborasi adalah Kunci

Menurut Gus Ipul, efektivitas program pemerintah, mulai dari Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), hingga bantuan lainnya, sangat bergantung pada kualitas data. Oleh karena itu, proses pemutakhiran DTSEN memerlukan partisipasi aktif dari seluruh tingkatan pemerintahan, mulai dari level terbawah.

“Prosesnya harus dimulai dari partisipasi aktif Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), desa, dan kelurahan. Data yang dikumpulkan dari level akar rumput ini kemudian akan naik ke tingkat kabupaten/kota, lalu diverifikasi dan divalidasi di tingkat provinsi. Data yang telah melalui proses berjenjang ini akan lebih terpercaya dan memudahkan kita dalam menentukan sasaran program yang tepat,” paparnya.

Dengan data yang mutakhir dan terverifikasi, pemerintah dapat memastikan bahwa bantuan sosial dan program pemberdayaan benar-benar sampai ke tangan yang paling membutuhkan, sehingga mampu mengurangi kemiskinan secara lebih efektif dan terukur.

Kinerja Kaltim Diacungi Jempol

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Ia menilai Kaltim merupakan contoh daerah yang telah menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam menjalankan program-program pengentasan kemiskinan.

“Saya termasuk yang tentu mengapresiasi kinerja Kalimantan Timur. Provinsi ini termasuk dalam jajaran provinsi dengan kinerja yang cukup bagus, khususnya dalam bidang penurunan angka kemiskinan dan pembukaan lapangan kerja, yang juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonominya,” ujar Gus Ipul memuji.

Pendidikan untuk Semua: Peran Strategis Sekolah Rakyat

Meski memberikan apresiasi, Gus Ipul mengingatkan bahwa pekerjaan rumah belum selesai. Masih terdapat segelintir kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pendekatan khusus untuk meningkatkan kesejahteraannya. Salah satu fokus perhatiannya adalah pada bidang pendidikan.

“Masih banyak anak-anak usia sekolah di seluruh Indonesia yang tidak menikmati bangku pendidikan. Entah itu karena belum sempat sekolah, terpaksa putus sekolah, atau memiliki potensi untuk putus sekolah. Inilah yang harus kita tangani bersama,” tuturnya.

Sebagai salah satu solusi, Gus Ipul menyoroti pentingnya kehadiran ‘Sekolah Rakyat’ yang dapat menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu. Ia pun mengapresiasi langkah konkret yang telah diambil di Samarinda dengan hadirnya tiga titik Sekolah Rakyat.

“Keberadaan tiga titik Sekolah Rakyat di Samarinda ini adalah langkah nyata yang sangat baik. Ini menunjukkan komitmen untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan, yang pada akhirnya akan memutus mata rantai kemiskinan,” pungkas Gus Ipul, menutup pernyataannya dengan penuh harap.

Dengan sinergi data dan komitmen bersama seperti ini, langkah menuju Indonesia yang bebas dari kemiskinan diharapkan dapat semakin cepat dan tepat sasaran.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *